DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur
H-3 Pendistribusian Logistik Pilkades
“Logistik itu akan dikirim ke desa yang jauh dari kota kita utamakan. Perkiraan kami logistik itu tidak akan sampai beberapa malam di desa, baik itu sebelum pencoblosan maupun setelahnya. Kita sangat menjaga hal tersebut agar pelaksanaan pilkades ini berjalan sesuai dengan aturan dan mekanismenya,” jelasnya, Minggu (1/3/2020).
gerakkalteng.com – SAMPIT- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim berencana bakal melakukan pendistribusian logistik pilkades di H-3 sebelum pencoblosan yang dilaksanakan pada 14 Maret 2020 mendatang di 43 desa dan 14 kecamatan se-Kotim.
Menurut Kepala DPMD Kotim logistik Hawianan, logistik akan dikirimkan ke kecamatan atau desa terjauh lebih dahulu. Misalnya saja untuk wilayah utara, karena perjalanannya memang sangat jauh dan saat ini juga masuk musim hujan tentu medan jalannya pula menjadi perhatian DPMD Kotim. Di samping logistik itu nanti akan dijaga ketat oleh petugas kepolisian dan juga ada penjaganya.
“Logistik itu akan dikirim ke desa yang jauh dari kota kita utamakan. Perkiraan kami logistik itu tidak akan sampai beberapa malam di desa, baik itu sebelum pencoblosan maupun setelahnya. Kita sangat menjaga hal tersebut agar pelaksanaan pilkades ini berjalan sesuai dengan aturan dan mekanismenya,” jelasnya, Minggu (1/3/2020).
Ungkap Hawianan, kenapa hal ini dilakukan, khususnya logistik tidak jauh-jauh hari dikirimkan ke desa yang melaksanakan pilkades. Alasannya tidak lain adalah untuk menjaga hal yang tidak inginkan, misalnya saja kecurangan dan lain sebagainya.
“Makanya logistik itu yang jauh H-3 sebelum pelaksanaan pencoblosan dilaksanakan. Jadi saya meminta juga kepada panitia agar menjaga logistik jika sudah sampai di desa yang akan melaksanakan pilkades,” pintanya.
Tambahnya, untuk tahapan dan hal-hal lainnya persiapan pilkades sudah sangat siap mulai dari masa kampanye bagi para calon kepala desa sampai hari hari pencoblosan.
“Dan ada masa kampanye pada 8 sampai 10 Maret selama 3 hari hari setelah masa kampanye, sehari sebelum hari pencoblosan dilaksanakan,” beber Hawianan.
Dirinya mengharapkan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pilkades ini bisa meningkat. Serta calon kades dan masyarakat bisa menjaga keamanaan dan kenyamanan. Jadikan pilkades ini momentum memperkuat silaturahmi dan ajang mencari calon pemimpin yang dapat memberikan kemajuan bagi desa. Kepada calon kades agar bisa menyampaikan program, visi ataupun misi.
“Jangan sampai menjelek-jelekan calon lain. Ini harapan dan keinginan kita yakni, pilkades bisa berjalan sesuai aturan dan jadwal yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (sog/agg)



