DPRD KatinganHeadlineSlider

PLTS Solusi Listrik di Wilayah Pedalaman

PANEL SURYA : Kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Utara Katingan masih mengandalkan panel surya. Pembangkit listrik tenaga matahari menjadi solusi mengingat letak geografis antardesa antarkecamatan yang cukup jauh.

KASONGAN,GK – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal menjadi solusi guna memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat di wilayah Utara Kabupaten Katingan. Kendati begitu belasan accu sebagai media penyimpan daya listrik kerap rusak, sehingga membuat biaya perawatan lostrik komunal cukup besar.

Anggota DPRD Katingan Sugianto mengatakan, sejauh ini manfaat PLTS komunal sudah dirasakan hampir seluruh masyarakat desa, terutama di wilayah pelosok/pedalaman.

“Tapi banyak juga desa yang masih memanfaatkan PLTS sendiri, seperti di wilayah Kecamatan Sanaman Mantikei, Petak Malai, Marikit, Katingan Hulu, dan Bukit Raya,” ungkapnya, belum lama ini.

Menurutnya, pembangunan PLTS komunal tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat. Pembangkit listrik itu dilengkapi jaringan dan kilometer hingga ke rumah-rumah. PLTS berkapasitas 75 kwh tersebut sekarang sepenuhnya dikelola oleh pemerintah desa masing-masing. Tiap PLTS ditangani khusus oleh petugas operasional.

“Agar manfaatnya bisa dirasakan terus menerus makan penyaluran listriknya diatur sedemikian rupa. Setiap rumah mendapat jatah minimal 75 watt, makin sering atau banyak digunakan maka semakin cepat pula habis listriknya,” imbuh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara itu, sekolah, kantor desa dan beberapa fasilitas umun lainnya mendapat jatah 75 hingga 100 watt sehari. Setrum sebanyak itu cukup untuk kebutuhan listrik siang dan malam. Sebab rata-rata warga hanya menggunakan lampu hemat energi jenis LED sebesar 6 watt sebanyak tiga sampai empat buah per rumah pada malam hari.

“Daya terisi secara otomatis dari pagi sampai malam. Teknis pemeliharaan, desa menetapkan aturan iuran bagi pelanggan. Kecuali warga yang sudah lanjut usia, janda atau tak berkepala keluarga. Sebagian listrik disalurkan untuk lampu penerangan jalan umum,” kata dia.

Berdasarkan data sementara, ujarnya, rasio elektrifikasi desa berlistrik PLN di Kabupaten Katingan berjumlah 86 desa dari 161 desa atau sebesar 81,04 persen. Sedangkan desa yang sama sekali belum teraliri listrik tersisa 30 desa atau 19,06 persen.

“Sementara PLTS komunal ada di empat desa, yaitu Desa Rantau Puka sebanyak 74 unit dan Desa Tumbang Labaning Kecamatan Katingan Hulu sebanyak 93 unit. Lalu memasang 93 titik di Desa Tumbang Tabulus Kecamatan Marikit, dan Desa Parupuk Kecamatan Kamipang,” jelasnya.

Kemudian PLTS nonkomunal dibangun di Desa Tumbang Paku Kecamatan Marikit sebanyak 154 unit rumah, Desa Batu Bango 33 unit, Tumbang Kabayan 32 unit, dan Desa Kuluk Sepangi Kecamatan Katingan Hulu sebanyak 62 unit,” sebutnya. (BS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *