DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Baru Diresmikan Sekda, Sudah Ramai Dikunjungi

"Di dalam anjungan ini terdapat sekitar 150 koleksi benda terkait keseharian masyarakat zaman dulu. Seperti ranjang besi, perlengkapan makan terbuat dari seng dan gerabah, peralatan dapur, berbagai balanga atau guci, ragam senjata tradisional, alat pertanian, alat berburu, alat menangkap ikan dan lainnya,” kata Utari Riambarwati selaku pemilik Anjungan Sampit itu, Rabu (16/10/2019).

gerakkalteng.com – SAMPIT – Baru diresmikannya di awal Oktober lalu oleh Sekretaris Daerah Kotim H Halikinoor, Anjungan Sampit yang merupakan destinasi wisata baru di Jalan Arjuno 8, Kecamatan Baamang, mulai banyak dikunjungi. Sejumlah wisatawan, baik lokal maupun luar daerah seperti Lamandau, Kapuas dan Palangka Raya serta daerah lainnya, mulai berkunjung ke tempat itu.

Anjungan tersebut adalah sebuah rumah panggung yang mengusung gambaran peradapan lampau masyarakat daerah setempat dengan ornamen khas Dayak. Di dalamnya banyak koleksi barang-barang yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kabupaten Kotim pada masa dulu.

“Di dalam anjungan ini terdapat sekitar 150 koleksi benda terkait keseharian masyarakat zaman dulu. Seperti ranjang besi, perlengkapan makan terbuat dari seng dan gerabah, peralatan dapur, berbagai balanga atau guci, ragam senjata tradisional, alat pertanian, alat berburu, alat menangkap ikan dan lainnya,” kata Utari Riambarwati selaku pemilik Anjungan Sampit itu, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, barang-barang tersebut sangat penting diketahui oleh generasi penerus yang kini hidup di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Utari mengaku mengumpulkan benda-benda itu sejak dirinya duduk di bangku kuliah karena kecintaan terhadap pelestarian budaya.

“Saya berburu benda-benda tua itu tidak hanya di Kabupaten Kotim saja, tetapi ke kabupaten tetangga seperti Katingan dan Seruyan dan menghabiskan banyak biaya untuk membangun Anjungan Sampit dan mendapatkan koleksi barang-barang tua itu,” ungkapnya.

Utari berharap, dengan adanya Anjungan Sampit ini mampu menarik minat wisatawan, dan menjadi kilas balik bagi wisatawan yang ingin mengetahui peradaban masyarakat Kotawaringin Timur di masa lalu. Juga bisa menjadi tempat pendidikan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin menggali sejarah daerah ini.

“Saya berharap keberadaan Anjungan Sampit ini berdampak positif bagi masyarakat karena operasionalnya juga memberdayakan warga sekitar. Rencananya kami juga akan membuka kuliner dengan menu diet yaitu ikan dengan peralatan makan tempo dulu. Semuanya akan memberdayakan warga sekitar sini. Nanti wisatawan akan dikenakan tarif yang terjangkau. Saya harap nantinya wisatawan asing juga akan berkunjung ke sini,” harapnya.

Sementara salah satu wisatawan lokal yang berasal dari Palangka Raya, Deson mengatakan Anjungan Sampit ini sangat bagus menjadi destinasi wisata. Karena mengingatkan kepada masa lampau dan juga dapat menjadi tempat pendidikan bagi anak.

“Saya mengetahui Anjungan Sampit ini dari teman sekantor dan katanya tempat tersebut banyak benda-benda jaman dahulu. Kebetulan saya ke Sampit ada tugas, saya sempatkan singgah ke Anjungan Sampit,” ucapnya.

Sementara Sekda Kotim Halikinnor menyambut baik dan mengapresiasi adanya Anjungan Sampit tersebut. Hal ini merupakan wujud kepedulian masyarakat untuk turut melestarikan kebudayaan dan mendukung pengembangan pariwisata.

“Pemerintah daerah akan membantu pengembangan Anjungan Sampit. Saya akan meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memadukan wisata Museum Kayu Sampit dengan Anjungan Sampit, karena ada keterkaitan yang sangat menarik kalau dikembangkan bersama-sama,” katanya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *