DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Kotim Barometer Perekonomian Kalteng

“Sektor perindustrian dan juga perdagangan memang masih menjadi primadona di Kotim. Artinya, penopang perekonomian memang tidak bisa dipungkiri Kotim menjadi barometer perekonomian Kalteng,” jelas Wakil Bupati (Wabup) Kotim HM Taufiq Mukri, Selasa (25/3/2020).

gerakkalteng.com – SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi barometer perekonomian di Kalteng, bahkan penyumbang pendapatan daerah terbanyak se-Kalteng sekitar 17 persen. Tentu hal ini tidak lepas dari investasi perusahaan khususnya Perkebunan Kelapa Sawit (PKS).

Selain itu Kotim memiliki wilayah yang strategis karena letaknya berada di tengah-tengah Provinsi Kalteng. Dengan keberadaan lokasi yang strategis dan banyaknya perusahaan tentu dapat mendongkrak pendapatan daerah. Ini tentunya akan berimbas pada pembangunan dan juga kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

“Sektor perindustrian dan juga perdagangan memang masih menjadi primadona di Kotim. Artinya, penopang perekonomian memang tidak bisa dipungkiri Kotim menjadi barometer perekonomian Kalteng,” jelas Wakil Bupati (Wabup) Kotim HM Taufiq Mukri, Selasa (25/3/2020).

Menurutnya, pembangunan industri memang memiliki peranan penting dalam meningkatkan bidang ekonomi khususnya suatu daerah. Apalagi bidang industri ini untuk pembangunan ekonomi, sebab bidang ini pula akan meningkatkan perkembangan ekonomi khususnya bidang pembangunan di Kotim.

Tentu, untuk mewujudkan pembangunan bidang perdagangan dan industri khususnya di Kotim ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah daerah saja. Akan tetapi seluruh stacholder dari pihak swasta, pelaku usaha maupun lembaga yang menjadi wadah perdagangan dan industri tentunya.

“Kedua bidang ini tentunya harus menjadi andalan bagi pembangunan daerah dan tak kalah penting lagi yakni perencanaan kedua bidang ini harus benar-benar dimaksimalkan nantinya,” pungkas Mukri. (sog/agg)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *