DPRD Kotawaringin TimurKotawaringin Timur

Pedagang Pasar PPM Jalani Rapid Test

"Hari ini (kemarin) Tim Gugus Tugas melakukan rapid test kepada pedagang pasar di PPM ini. Nanti akan berkelanjutan di beberapa pasar-pasar yang diberikan pemerintah juga. Kita juga ingin melindungi para pedagang pasar di Kabupaten Kotim ini terhindar dari Covid-19 dengan melakukan rapid test. Karena mereka juga salah satu penggiat ekonomi," kata Supian Hadi, Rabu (27/5/2020).

gerakkalteng.com – SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) telah berupaya maksimal dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di daerah itu. Oleh sebab itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan rapid test kepada para pedagang yang ada di pasar. Karena tempat itu dinilai rawan terjadi penularan virus corona.

Rapid test yang dilakukan Tim Gugus Tugas tersebut dipimpin Bupati Supian Hadi selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kotim di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Menurut bupati, rapid test yang dilakukan di pasar karena aktivitas di tempat itu berisiko terhadap penyebaran Covid-19.

“Hari ini (kemarin) Tim Gugus Tugas melakukan rapid test kepada pedagang pasar di PPM ini. Nanti akan berkelanjutan di beberapa pasar-pasar yang diberikan pemerintah juga. Kita juga ingin melindungi para pedagang pasar di Kabupaten Kotim ini terhindar dari Covid-19 dengan melakukan rapid test. Karena mereka juga salah satu penggiat ekonomi,” kata Supian Hadi, Rabu (27/5/2020).

Supian Hadi menjelaskan, dengan melakukan rapid test terhadap 150 orang pedagang tersebut adalah salah satu upaya pemerintah agar para pedagang terhindar dari penyebaran Covid-19.

Dijelaskannya, para pedagang yang dilakukan rapid test yaitu terdiri dari beberapa komunitas pedagang, baik pedagang ikan, sembako maupun komunitas lainnya.

“Hari ini (kemarin) jumlah pedagang sekitar 600 orang lebih, yang diperiksa disepakati sekitar 150 orang dan kita ambil sampel dari beberapa komunitas pedagang. Seperti pedagang ikan, sembako, kain dan lainnya,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kotim ini berharap, dengan rapid test yang dilakukan nantinya hasilnya bisa negatif semua. Pemeriksaan rapid test rerhadap para pedagang tersebut dilakukan, mengingat pasar juga salah satu tempat yang berisiko terhadap penyebaran Covid-19.

“Saya berharap rapid test ini hasilnya bisa negatif semua. Kenapa kita melakukan rapid test di daerah pasar ini, karena pasar ini adalah salah satu risikonya yang mungkin sangat tinggi terhadap penyebaran Covid-19 atau virus corona,” pungkasnya. (drm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *