HeadlineKalimantan TengahPalangka Raya

Jadi Pembicara Dialog Publik, Rektor UPR Bahas Dua Poin Ini

"Pada prinsipnya, penyelenggaran pendidikan, kami menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, tenaga pendidik (tendik) harus menjadi perhatian utama," Kata Rektor UPR Dr Andrie Elia.

gerakkalteng.com  – PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia Embang SE MSi menjadi narasumber Dialog Publik Online LAPOR! Goes to Campus, dengan tema ‘Optimalisasi Pelayanan Publik di Masa Pandemic COVID-19, yang digelar melalui sambungan virtual, Jumat (26/6/2020).

Kegiatan ini juga menghadirkan sederetan narasumber lainnya, yakni Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPAN-RB Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA, Kadis KOMINFO Kota Palangka Raya Gunawan Abel, S.H., M.M., PATTIRO Wawanudin, S.IP., M.Si., Akademisi Fisipol UPR Paulus Alfons Yance Dhanarto, S.IP., M.ID., serta Akademisi F-MIPA UPR Rendy Muhamad Iqbal, S.Si., M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UPR Dr Andrie Elia secara khusus menyampaikan paparan, terkait ‘Pelayanan Publik dan Komitmen Kampus Dalam Pencegahan COVID-19’.

Dimana, ada beberapa poin yang disampaikan dalam paparannya, meliputi prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19, yakni Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama, dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.

Selanjutnya, terkait pola pembelajaran pendidikan di tahun ajaran 2020/2021 di lingkungan UPR, Andrie Elia juga menerangkan dan berharap, jangan sampai, kampus menjadi klaster baru penyebaran pandemi COVID-19. Tahun Akademik tetap berjalan, sesuai kalender akademik yang ada.

Pembelajaran tetap berlangsung, dengan mengutamakan sambungan virtual atau dalam jaringan (daring) yang akan dilakukan hingga akhir semester. Untuk selanjutnya, tetap menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19).

Lebih dalam, Andrie Elia juga menjelaskan, adapun langkah-langkah persiapan yang sedang dilakukan oleh pihaknya, yakni diantaranya dengan memastikan pelaksanaan pembelajaran melalui daring.

Yaitu, memastikan kehandalan Learning Manajemen System (LMS) dengan koneksi/akses internet, serta dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa, bisa menggunakan LMS. Begitu pula, untuk metode pembelajaran yang akan dilakukan (langsung, tidak langsung atau pada tempat tertentu) serta adanya Assesmen dan evaluasi (kualitas).

Langkah-langkah persiapan, kembali dijelaskannya, yakni melakukan berbagai perbaikan dan penguatan infrastruktur jaringan dan koneksi internet, koordinasi dengan Kementerian Kominfo dan internet providers.

Penyegaran dosen dan tenaga pendidik, untuk penggunaan teknologi pembelajaran, pelatihan daring tentang pembelajaran daring itu sendiri, meliputi perencanaan, penggunaan LMS, delivery dan penggunaan teknologi serta asesmen.

Persiapan dan perbaikan modul pembelajaran, RPKPS pembelajaran daring, pembelajaran daring tidak harus dari kampus sendiri, melainkan bisa pula melakukan kolaborasi antar perguruan tinggi.

“Yang tidak kalah pentingnya, dalam implementasinya nanti, prinsip kehati-hatian juga menjadi hal utama dan sangat penting,” Bebernya.

Sambung Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gajah Mada (Pengda KAGAMA) Kalimantan Tengah ini juga menyebutkan, ‘3 (tiga) C’ yang harus dihindari, yakni
Closed spaces atau ruang tertutup.

Crowded places atau tempat kerumunan, serta Close contact situation atau situasi berdekatan. Hal lainnya, semua peralatan yang digunakan bersama, harus didisinfeksi, setelah dipakai oleh setiap pengguna.

Selain itu, Andrie Elia juga kembali menyampaikan beberapa langkah persiapan pembukaan layanan laboratorium atau studio, serta tata cara penggunaan laboratorium.

“Yang pasti, saya selaku Rektor UPR, beserta para unsur pimpinan, terus mengupayakan beberapa langkah yang terbaik, untuk penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus ini, di tengah pandemi COVID-19 yang sedang mewabah, dengan cara terukur serta beberapa pertimbangan terbaik,” Tukasnya.

Semoga saja, Timpal Ketua DAD Kalteng ini, kita bisa melalui masa pandemi COVID-19 ini, dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan bersama, demi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan kompetensi.(al)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *