DPRD Gunung MasGunung Mas

Benahi Infrastruktur Jalan Jelang Pilkada

”Tahun ini, akan dilaksanakan Pilkada Kalteng di Kabupaten Gumas. Untuk menjamin kelancaran pendistribusian logistik pilkada, kami mendorong kepada instansi terkait untuk segera membenahi beberapa ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan,” ucap Polie, Kamis (15/10/2020).

Gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Polie L. Mihing mendorong pemerintah setempat, agar segera melakukan pembenahan infrastruktur, baik itu jalan maupun jembatan. Terlebih saat ini, akan digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2020.

”Tahun ini, akan dilaksanakan Pilkada Kalteng di Kabupaten Gumas. Untuk menjamin kelancaran pendistribusian logistik pilkada, kami mendorong kepada instansi terkait untuk segera membenahi beberapa ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan,” ucap Polie, Kamis (15/10/2020).

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III mencakup Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Damang Batu, dan Miri Manasa mengatakan, selain untuk kelancaran pendistribusian logistik, pembenahan infrastruktur juga diperlukan untuk kelancaran arus transportasi masyarakat dan kebutuhan pokok.

”Pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan harus dapat segera dilakukan, sehingga tidak mengganggu arus transportasi barang dan jasa,” tutur Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini.

Secara khusus, dia menyoroti ruas jalan di Kecamatan Damang Batu dan Miri Manasa. Ruas jalan di dua kecamatan itu perlu segera dilakukan pembenahan. Pantuan di lapangan, ada beberapa titik ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah dan menghambat arus transportasi.

”Kondisi ruas jalan di dua kecamatan itu sangat memprihatinkan. Ketika musim hujan, jalan tersebut berlumpur dan menyulitkan masyarakat melintas. Untuk itu, kami ingin instansi terkait segera melakukan pembenahan infrastruktur jalan dan jembatan disana,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut, salah satu alternatif masyarakat untuk bepergian adalah dengan menggunakan transportasi sungai.

”Jika menggunakan transportasi sungai, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih. Itu tentu sangat memberatkan mereka,” tukasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *