DPRD Kota Palangka RayaPalangka Raya

Legislator Ini Minta ASN Bijak Gunakan Sosmed

Anggota Komisi A DPRD Palangka Raya Sudarto.

PALANGKA RAYA,GERAKKALTENG.COM -Anggota Komisi A DPRD Palangka Raya Sudarto meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup pemerintah kota (pemko) setempat, untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Terlebih menjelang tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

“Jadi harus bijak, apalagi Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) selalu memantau setiap aktivitas ASN,”ungkapnya,Jumat (23/10/2020)

Tidak cukup sampai disitu, Sudarto juga mengingatkan ASN untuk waspada dalam memberikan tanggapan pada konten-konten kampanye digital. Apalagi dl iuar akun KPU, walaupun hanya memberikan tanda suka maupun ‘like’.

“Perlu diingat pula, ASN dilarang untuk menjadi narasumber dalam acara-acara parpol, selain itu ASN juga dilarang untuk berfoto bersama pasangan calon,”tegasnya lagi.

Netralitas ASN sendiri sambungnya, telah diatur dalam Undang-undang No.10 Tahun 2016 dan Undang-undang No.5 Tahun 2014 serta surat dari Bawaslu tentang Pengawasan Netralitas ASN, TNI dan Polri dalam pemilihan kepala daerah 2020.

“Karena dari itulah, ASN dituntut harus bisa menjaga sikap dan netralitas dalam setiap tahapan Pilkada tahun 2020 ini,”ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini kembali menekankan, penting bagi ASN untuk dapat menjaga netralitasJika tidak netral maka akan berdampak kepada profesionalitas ASN menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu sambungnya, dampak negatif lain yang akan muncul adanya pengkotak-kotakan PNS yang didasarkan pilihan politik, hingga menumbuhkan konflik dan benturan terhadap kepentingan atas keberpihakan kepada salah satu calon.

Nah, bagi ASN yang melanggar, maka sudah barang tenru berdasarkan tata tertib netralitas akan dikenakan sanksi. Baik sanksi administratif maupun sanksi hukuman disiplin.

“Sanksi yang diberikan mulai dari penundaan kenaikan gaji, penundaan pangkat hingga pemberhentian hormat tidak atas permintaan sendiri.Ini harus diperhatikan setiap ASN/PNS,” pungkasnya.VD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *