DPRD Gunung MasGunung Mas

Rutin Perhatian Pengerjaan Proyek Multiyears

”Kami minta kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat, dan mitra kerja di lapangan untuk mengerjakan proyek multiyears dengan baik. Jangan malah menimbulkan becek atau timbunan lumpur,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas, Polie L. Mihing, Minggu (25/10/2020).

Gerakkalteng.com – KUALA KURUN – Dalam pengerjaan sejumlah proyek multiyears di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) harus rutin memperhatikan kualitas pekerjaannya. Salah satu yang menjadi perhatian lebih adalah peningkatan ruas jalan penghubung Kelurahan Tumbang Miri menuju Desa Tumbang Sian Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut) menuju Kelurahan Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa.

”Kami minta kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat, dan mitra kerja di lapangan untuk mengerjakan proyek multiyears dengan baik. Jangan malah menimbulkan becek atau timbunan lumpur,” ucap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas, Polie L. Mihing, Minggu (25/10/2020).

Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini mengatakan, sudah beberapa kali melakukan perjalanan dari Tumbang Miri menuju Tumbang Napoi. Dari pantauan di lapangan, ada beberapa titik di ruas jalan itu yang berlumpur dan sulit dilewati oleh kendaraan bermotor.

”Untuk itu, kami berharap ruas jalan yang berlumpur tersebut segera ditimbun, sehingga dapat dilewati secara nyaman dan aman oleh kendaraan bermotor,” tutur Legislator dari daerah pemilihan (dapil) III mencakup Kecamatan Tewah, Kahut, Damang Batu, dan Miri Manasa ini.

Terpisah, Kabid Bina Marga Bambang Jaya mengatakan, pengerjaan ruas jalan Tumbang Miri-Tumbang Napoi memang dilakukan secara bertahap, mulai 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2022. Nilai keseluruhan pengerjaan proyek multiyears Tumbang Miri-Tumbang Napoi Rp 80 miliar.

”Untuk peningkatan ruas jalan Tumbang Miri-Tumbang Napoi akan dikerjakan sepanjang 38 kilometer. Dari panjang itu, rencananya sekitar 18 kilometer akan diaspal, sisanya menggunakan timbunan pilihan,” ujarnya.

Sejauh ini, pengerjaannya masih dalam tahap penggusuran bukit. Itu pun baru ada beberapa bukit yang sudah digusur, dari puluhan bukit yang ada di antara Tumbang Miri-Tumbang Napoi. Penggusuran bukit tersebut berdampak pada munculnya lumpur di beberapa titik ruas jalan.

”Yang pasti pengerjaan ruas jalan itu akan terus berjalan dan DPU Kabupaten Gumas akan rutin memantau. Kmai juga sudah meminta kepada rekanan untuk meminimalisir beberapa titik yang becek atau berlumpur,” tandasnya. (sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *