Kotawaringin Timur

Semua Pihak Diminta Waspadai Omicron

“Kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron mengalami kenaikan. Ini harus diwaspadai,” tandasnya, Selasa (15/2/2022).

GERAKKALTENG.com – SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meminta semua pihak untuk waspada terkait dengan perkembangan penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Hingga tanggal 15 Februari kasus di Covid-19 di Kabupaten Kotim terus mengalami tren kenaikan setiap minggunya. Diketahui dalam setiap minggunya rata-rata yang terpapar Covid-19 di Kotim mencapai 10-20 orang.

Bupati Kotim, Halikinnnor mengatakan, berdasarkan data terakhir dari Dinkes Kotim, ada sebanyak 65 orang yang terpapar Covid-19, dimana 5 menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit karena memiliki gejala sedang. Sedangkan 60 orang menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

“Kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron mengalami kenaikan. Ini harus diwaspadai,” tandasnya, Selasa (15/2/2022).

Dikatakan Halikinnor, dalam antisipasi peningkatan kasus aktif Covid-19, dia mengimbau masyarakat agar tidak abai mengenai protokol kesehatan, meskipun saat ini pelonggaran berbagai aktivitas telah diberikan.

“Saat ini, kita berada dalam PPKM level 3. Saya berpesan buat semua pihak, jangan lengah dan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tukasnya.

Saat ini, beberapa rumah sakit dan tenaga kesehatan, serta tempat isolasi terpusat telah disiapkan guna mengantisipasi peningkatan Covid-19. “Kita siapkan semuanya dengan baik, dari fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan Namun, tentu harapannya kenaikan kasus aktif Covid-19 bisa menurun,” harapnya.

Naiknya status PPKM level 3 membuat sejumlah kegiatan di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali dibatasi seperti kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen pada pukul 10.00 hingga 21.00 waktu setempat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan.

Dan kegiatan atau perlombaan olahraga bisa diselenggarakan tapi dibatasi hanya pemain saja, tidak ada penonton. Ini agar penyebaran Covid-19 di wilayah kita tidak terjadi peningkatan lagi. (ib/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *