DPRD Gunung MasGunung Mas

Tiwah Massal Diwajibkan Patuhi Prokes

”Dalam ritual tiwah ini, ada delapan arwah yang ditiwahkan, terdiri dari enam orang laki-laki dan dua perempuan, dengan mengurbankan enam ekor kerbau dan dua ekor sapi,” ucap Sekretaris Panitia Pelaksana Ritual Tiwah Desa Sepang Kota Triyensi, Kamis (6/5/2021).

GERAKKALTENG.com – KUALA KURUN – Saat ini, di Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tengah melaksanakan upacara ritual tiwah. Dari pihak panitia terus melakukan persiapan untuk menyukseskan acara adat dari umat Hindu Kaharingan ini.

”Dalam ritual tiwah ini, ada delapan arwah yang ditiwahkan, terdiri dari enam orang laki-laki dan dua perempuan, dengan mengurbankan enam ekor kerbau dan dua ekor sapi,” ucap Sekretaris Panitia Pelaksana Ritual Tiwah Desa Sepang Kota Triyensi, Kamis (6/5/2021).

Dia mengatakan, rangkaian acara ritual tiwah ini sudah dilakukan sejak 1 Mei lalu, dimulai dari muluh gandang garantung, yang dilanjutkan dengan pinjam basir, balian baramu, mungkar kuburan yang akan ditiwahkan, pali ngalampas, dan pendeng sapundu.

”Puncak dari upacara ritual tiwah tersebut terjadi pada 20-21 Mei mendatang, yakni tabuh pertama dan kedua, berupa pemotong atau penombakan hewan kerbau,” ujarnya.

Dia menuturkan, tujuan dari ritual tiwah ini untuk menghormati arwah orang tua dan keluarga, dan sebagai rasa syukur untuk memenuhi ritual terakhir pada Agama Hindu Kaharingan.

”Karena sekarang ini pandemi Covid-19, kami siap untuk melaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) yang sudah disepakati bersama tim Satuan Tugas (Satgas) pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 Desa Sepang Kota,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sepang Sayusdi mengakui, sebelum pelaksanaan ritual tiwah dimulai, tim satgas penanganan Covid-19 Desa Sepang Kota dan panitia ritual tiwah menggelar rapat, yang menghasilkan beberapa kesepakatan. Salah satunya adalah mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

”Kami minta kepada panitia tiwah agar mentaati prokes yang sudah dianjurkan pemerintah, sehingga pelaksanaan tiwah bisa berjalan dengan baik, tanpa ada muncul klaster baru Covid-19,” tegasnya.

Selain itu, selama upacara ritual tiwah, anggota tiwah dan masyarakat umum atau pengunjung, diwajibkan untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat penyelenggaraan.

”Dari panitia juga harus selalu melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pihak keamanan, serta tim satgas pencegahan dan penanganan Covid-19 Desa Sepang Kota,” terangnya. (yog/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *