DPRD Kalimantan Tengah
Warga Kapuas Keluhkan Air Bersih dan Gagal Panen
Gerakkalteng.com, Palangka Raya – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhajirin, mengungkapkan keluhan warga di beberapa desa di Kabupaten Kapuas saat reses beberapa waktu lalu terkait ketersedian air bersih, gagal panen, hingga kebutuhan peralatan penanganan kebakaran huta dan lahan.
“Reses kemarin ada delapan titik. Fokusnya di desa-desa yang memang banyak masalah dan keluhan,” kata Muhajirin, Kamis, (03/09/26).
Dari hasil penyerapan aspirasi tersebut, persoalan air menjadi keluhan yang paling dominan. Masyarakat tidak hanya menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, tetapi juga meminta dukungan berupa pembangunan sumur bor sebagai solusi atas persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
“Dari delapan titik itu, keluhan yang paling banyak pertama masalah air, kemudian gagal panen, lalu hal-hal lain yang berkaitan dengan kebakaran. Mereka juga meminta bantuan peralatan,” ujarnya.
Menurut Muhajirin, persoalan air sebenarnya bukan masalah baru. Selain pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan kini lebih banyak mengharapkan bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air.
“Untuk masalah air, selain PDAM, persoalan ini memang sudah terjadi sejak dulu. Sekarang masyarakat lebih banyak meminta bantuan sumur bor,” jelasnya.
Selain persoalan air, ancaman kebakaran juga menjadi perhatian masyarakat. Warga mengusulkan bantuan berupa peralatan pemadam agar penanganan kebakaran di tingkat desa dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
“Mereka banyak meminta peralatan pemadam. Saya juga mendorong mereka untuk bisa mengantisipasi dan menangani persoalan tersebut,” kata Muhajirin.
Sementara itu, terkait kondisi jalan, Muhajirin menyebut masyarakat memahami adanya keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah kabupaten dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur.
“Kalau untuk jalan, mereka sebenarnya menyadari pemerintah kabupaten juga memiliki keterbatasan. Konsentrasi pemerintah kabupaten saat ini banyak di kota. Namun, masyarakat yakin suatu saat perhatian pemerintah akan kembali turun ke wilayah handil-handil dan gang-gang,” ungkapnya.
(rn)



