DPRD Gunung MasGunung Mas

Pemdes Diminta Berdayakan Masyarakat di Desa

MENGHADIRI : Ketua DPRD Gunung Mas, Akerman Sahidar, saat menghadiri kegiatan apel di halaman kantor bupati setempat.

GERAKKALTENG. com – Kuala Kurun – Pengunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilaksanakan oleh 114 desa di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), tentu masih menjadi perhatian tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat.

Ketua DPRD Gumas, Akerman Sahidar, mengharapkan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk memberdayakan masyarakat desa. Hal itu kata dia penting dalam mengentaskan pengangguran, seperti membuka lapangan pekerjaan dengan mengunakan ADD dan DD.

Pemdes kata dia, jangan sampai terpaku dengan insfrastruktur pembangunan di desa. Maka itu, dengan membuka lapangan pekerjaan lebih meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka pengangguran terutama di pedesaan.

“Seharusnya, dalam pengunaan DD atau ADD itu, bisa saja membentuk suatu badan usaha milik desa contohnya BUMDes. Itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi kami mengharapkan jangan terpaku dengan saja insfrastruktur, sebab ADD dan DD ini bukan hanya sekali saja diterima Pemdes,”ungkap Akerman, Kamis (2/5/2022).

Kendati demikian, politisi PDIP itu menyebut, tidak ada salahnya kalau insfrastruktur di desa yang masih kurang bisa ditingkatkan. Tetapi, bagi sebagian desa yang sudah tercapai semua pembangunan jalan dan perkantoran, maka bisa fokus kembali melakukan inovasi yang inovatif dalam berkarya. Termasuk peningkatan SDM masyarakatnya.

“Kemungkinan semua desa, sudah memenuhi pembangunan di segi jalan dan bangunan. Namun alangkah baiknya, kalau bisa diberdayakan kesejahteraan masyarakat. Misalnya mengadakan latihan ketrampilan untuk peningkatan SDM,” beber Akerman.

Legislator dari dapil-II ini menambahkan, ada baiknya Bumdes juga harus memilih dari salah satu kegiatan yang dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Kedepannya.

“Jadi Bumdes bisa memilih kegiatan yang bisa memberikan dapak kemajuan agar masyarakat bisa diberdayakan. Seperti perkebunan, perikanan dan pertanian. Jadi jangan terpaku kegiatan pertambangan masyarakat saja,”pungkas Akerman. (sst/sog)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *