DPRD Kotawaringin Timur

Perlu Kerjasama dalam Atasi Banjir Tahunan di Kotim

SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Abdul Kadir mengatakan, potensi banjir besar di daerah ini sangat mungkin terjadi apabila cuaca ektrim terus berlanjut dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah kabupaten bagaimana mengantisipasinya, karena banjir
setiap tahun terjadi khususnya di wilayah utara. Beberapa desa di wilayah Kabupaten Kotim kembali terdampak banjir dengan ketinggian air yang cukup fantastis sejak beberapa pekan terakhir ini.

Berdasarkan laporan dari pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), di beberapa desa ketinggian airnya mencapai 40 hingga 60 centimeter bahkan ada satu Desa di Kecamatan Telaga Antang ketinggian air mencapai satu meter lebih.

“Kalau kita belajar dari tahun-tahun sebelumnya potensi banjir besar kemungkinannya akan kembali terjadi kalau cuaca ekstrem seperti sekarang ini dalam kurun waktu yang lama. Saat ini saja kita dengar informasi sudah ada desa yang ketinggianairnya diatas lutut orang dewasa bahkan diatas satu meter,” kata Abdul Kadir, Kamis (6/10/2022).

Politisi Partai Golkar yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim ini mengatakan bukan persoalanterjadinya banjir, tetapi yang harus di pikirkan bersama adalah bagaiman solusi dan apa saja yang harus dilakukan untuk menanggulangi bencana alam yang tidak bisa ditebak tersebut.

“Kita lebih baik bicara solusinya, kendalanya apa saja, kalau kami menyarankan agar anak-anak sungai dibersihkan, buat saluran keluar, drainase juga jangan sampai tersumbat. Itu salah satu alternatif yang harus dilakukan, apalagi ada alat berat atau eksavator di masing-masing kecamatan yang dapat digunakan,” ujar Abdul Kadir.

Dirinya berharap semua elemen saling bahu-membahu dalam mengatasi persoalan di daerah. Pemerintah daerah tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dari semua pihak terkait, termasuk warga masyarakat di wilayah masing-masing yang terdampak banjir.

“Bencana alam ini adalah tanggung jawab kita bersama, jangan saling menyalahkan, tetapi mari kita cari solusinya dan kerjakan sama-sama, karena apa yang terjadi hendaknya menjadi pelajaran bagi kita,” tutupnya. (arl/bud)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *